Saturday, January 12, 2013
GANGGGUAN SYAITAN DALAM SHALAT
1)WAS-WAS SAAT MELAKUKAN TAKBIRATUL IHRAM
Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.
Saat mulai membaca takbiratul ihram "Allahu Akbar", ia ragu apakah takbir yang dilakukannya itu sudah sah atau belum sah. Sehingga ia langsung mengulanginya lagi dengan membaca takbir. Peristiwa itu terus menerus terulang, terkadang sampai imamnya hampir ruku'.
BUDI PEKERTI DAN ETIKA BUDAYA JAWA
Budi Luhur, Budi Pekerti, dan Etika Jawa
Istilah budi luhur, budi pekerti, dan etika adalah tiga hal yang saling terkait. Dalam Ensiklopedi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (2006:12) dinyatakan budi luhur berasal dari kata ”budi” artinya upaya, tabiat atau kelengkapan kesadaran manusia. ”Luhur” berarti tinggi atau mulia. ”Budi” juga berarti kesadaran tinggi berisikan cahaya Ketuhanan yang memberikan sinar terang. Adapun ”luhur” terkandung pesan sikap mental dan nilai yang mengandung kebaikan dan hal terpuji. Budi luhur dapat diartikan sebagai hasil kesadaran menuju pada kemuliaan hati.
Budi luhur di kalangan Jawa, dapat dipandang sebagai mainstream ajaran kejawen. Dalam kaitan ini, Magnis-Suseno (1984:144) menyatakan bahwa budi luhur bisa dianggap sebagai rangkuman dari
Istilah budi luhur, budi pekerti, dan etika adalah tiga hal yang saling terkait. Dalam Ensiklopedi Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (2006:12) dinyatakan budi luhur berasal dari kata ”budi” artinya upaya, tabiat atau kelengkapan kesadaran manusia. ”Luhur” berarti tinggi atau mulia. ”Budi” juga berarti kesadaran tinggi berisikan cahaya Ketuhanan yang memberikan sinar terang. Adapun ”luhur” terkandung pesan sikap mental dan nilai yang mengandung kebaikan dan hal terpuji. Budi luhur dapat diartikan sebagai hasil kesadaran menuju pada kemuliaan hati.
Budi luhur di kalangan Jawa, dapat dipandang sebagai mainstream ajaran kejawen. Dalam kaitan ini, Magnis-Suseno (1984:144) menyatakan bahwa budi luhur bisa dianggap sebagai rangkuman dari
Thursday, January 10, 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)




